aku mendapatinya terbenam dikedalaman jendela buram,
berebut ruang dengan purnama yang melukis bayangannya dalam temaram...
sekali duakali kulihat air menetes dari cawan tempatnya bernaung... murung menggelayut...
apa itu yang membuatnya kelu? hingga lebam hitamnya memaku... sendu...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar