Mungkin terdengar klise, tapi kesan pertama selalu penting, dan faktanya orang menilai sebuah buku dari sampulnya.
so how do you feel about uniforms in the workplace? As grown adults should we be given the responsibility of dressing appropriately or is it something that needs to be company controlled? If you are for uniforms, why and should management have to comply?
pusing yah jawabnya??? sama!!! jadi ngga usah dijawab.. biarin aja! biar jadi retoris!!!
kita jawab yang gampang2 aja deh, dimulai dari pertanyaan "seragam itu sebenernya apa sih?" "apa makna dari seragam itu?" dan "kenapa sih harus pakai seragam?"..
Setidaknya ada wikipedia yang bisa kasih tau kita tentang arti benda ini; Seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi sewaktu berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut. Pelaksana kegiatan keagamaan telah menggunakan kostum standar sejak dulu. Contoh lain penggunaan seragam yang pertama adalah pakaian tentara Kekaisaran Romawi dan peradaban-peradaban lainnya. Seragam modern dikenakan oleh angkatan bersenjata dan organisasi paramiliter seperti polisi, layanan darurat, satpam, di beberapa tempat kerja, sekolah, dan penghuni penjara. Di beberapa negara, pejabat negara juga dapat menggunakan seragam, contohnya seragam PNS dan instansi2 lainnya di Indonesia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Seragam)
dalam penggunaannya seragam memmiliki beberapa peran, antara lain
1. Sebagai Identitas.
seragam merupakan identitas bagi orang yang mengenakannya. dalam seragam biasanya juga terdapat emblem ataupun badge yang berisi simbolatau informasi mengenai identitas orang yang mengenakan seragam tersebut. misalkan ada wanita yang menggunakan seragam kemeja putih, rok span putih, dan topi putih akan langsung di intepretasikan sebagai seorang suster atau perawat, atau atau seorang pria dengan seragam loreng2 akan diinterpretasikan sebagai seorang tentara (padahal belum tentu juga kan?). atau dalam suatu tim pertandingan para pemainnya menggunakan seragam sebagai identitas bahwa pemakai kostum yang sama adalah rekan satu tim, sehingga permainan akan berjalan dengan baik. juga bagi para penontonnya akan lebih bisa menikmati jalannya pertandingan, dengan membedakan seragam dari tim yang sedang berlaga.
2. Seragam sebagai simbol persamaan Hak dan Kewajiban.
seragam dipercaya sebagai simbol persamaan hak dan kewajiban orang-orang yang mengenakannya. misalkan bagi para pelajar, di berbagai sekolah di indonesia pemakaian seragam diharapkan akan mengurangi kesenjangan yang terjadi di antara peserta didik. seragam dengan warna dan model yang sama, dikenakan oleh orang-orang dengan latar belakang ekonomi dan sosial yang berbeda-beda, sehingga kesenjangan yang dikhawatirkan terjadi dikalangan siswa dapat di"pudarkan". pada aparat TNI misalkan, ketika mereka mengenakan seragam, artinya mereka sedang menyandang statusnya sebagai aparat negara, dan berhak melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan prosedur yang benar dan berlaku. berbeda ketika mereka sedang di rumah dengan kaos oblongnya, hak dan kewajibannya sebagai aparat negara untuk sementara lepas dari orang tersebut.
3. Sebagai simbol kesamaan kepentingan
simbol juga memiliki makna kebersamaan dan kesamaan kepentingan bagi orang-orang yang mengenakannya. dalam sidang kemahasiswaan, misalkan. semua peserta akan diwajibkan mengenakan jas almamater, bahwa dalam sidang itu mereka bersama-sama dalam satu tujuan untuk kepentingan organisasi. atau jaket yang dikenakan oleh kontingen pesta olah raga sea games, mereka di sana memiliki satu kepentingan dan satu tujuan "Menang" dalam pesta olahraga tersebut.
4. Seragam sebagai simbol kedisiplinan.
seragam merupakan simbol kedisiplinan, karena dalammengenakan seragam tentunya terdapat tata cara dalam pemakaiannya. misalkan pada seragam pramuka, dimana diletakkan badge tunas kelapa, bagaimana mengenakan dasi, bagaimana mengenakan topi, dan sebagainya. seragam memang mencerminkan tuntutan kedisiplinan, bagi orang yang mengenakannya, sebagai contoh di pusat perbelanjaan sering terdapat tulisan, "berpakaian seragamsekolah dilarang masuk". akan berbeda jika pelajar yang masuk ke pusat perbelanjaan tersebut tidak mengenakan seragam sekolah.
5. Seragam sebagai fungsi kepraktisan.
dalam beberapa instansi seragam juga memiliki fungsi praktis. contoh dalam Pegawai Negeri Sipil misalkan bekerja tidak mengenakan seragam, bisa dibayangkan, para karyawan negara tersebut setiap hari akan ber eksperimen dengan fashion yang mereka kenakan, apakah atasan ini cocok dengan bawahan itu, atau bagi yang perempuan pakaian ini apakah akan match dengan sepatu atau tas itu (hal ini pasti terjadi pada karyawan swasta pada umumnya), sehingga akan ada anggaran khusus untuk "pembelian" pakaian kerja.
Sayang sekali dalam penggunaan seragam ada berbagai penyalahgunaan dan penyimpangan yang tidak bertanggung jawab. dalam dunia pendidikan misalkan, seragam digunakan sebagai ajang bisnis, dan penyalah artian seolah-olah menggunakan seragam adalah suatu keharusan mutlak. bagi masyarakat yang kurang mampu jangankan membeli seragam, membeli alat tulis dan makan sehari-hari saja susah, apalagi juga untuk uang pangkal dan sebagainya, padahal program belajar 9 tahun adalah wajib sesperti yang dicanangkan pemerintah.
seragam memang bisa dijadikan simbol persamaan hak, namun ketika seragam justru dijadikan alat untuk mengkebiri hak seseorang seperti hak memperoleh pendidikan, itu sebuah kejahatan sosial terhadap kalangan tertentu.
dalam kasus kriminal yang sering terjadi misalnya, banyak aparat gadungan mengenakan seragam yang melakukan pemerasan terhadap masyarakat (kalo ini seh aparat beneran juga banyak sebenarnya ;D hehehhe...*no offense!).
Setuju ngga sih sama ungkapan ini? Uniform represents a company's image. Clothing also reflects a person's character in his activity.
Saya selalu berpendapat, dalam dunia kerja misalnya, it's not all about uniform but it's all about good performance... kadang orang-orang terlalu berpikir bahwa tidak menggunakan seragam akan mengganggu kepentingan administrasi dan kegiatan operasional. Tapi BUKAN seragam yang menjalankan berbagai macam aktivitas tapi manusianya lah yang beraktivitas. Sehari tidak menggunakan seragam karena dicuci langsung disebut tidak menghargai pekerjaan tanpa memandang produktivitas yang telah dihasilkan. Sebuah persepsi dangkal yang harus dibasmi agar tidak seenak jidat memberikan stigma pada seseorang.
Di salah satu harian kompas, pernah ada beberapa artikel yang mengulas tentang kewajiban pemakaian seragam di sejumlah kantor dengan iklim kreativitas. Dituliskan dalam artikel tersebut, di kantor-kantor dimana kreativitas karyawan amat dipentingkan, kewajiban penggunaan seragam merupakan sesuatu yang tidak tepat dengan semangat kreativitas tersebut, bahkan, ada juga kegagalan penerapan seragam di beberapa kantor swasta. Dalam kata-kata yang mudah, intinya adalah seragam merupakan pengekangan terhadap kreativitas!!!
(*okeyy... i ve just got the answer, why the company where I work that has been established since more than 100 years ago there were only so-so....????? hahaha... Ooopsss.. sssttt)
Dan kenapa karyawan baru harus memakai baju hitam-putih???Sebuah aturan baku kah?? Atau kembali lagi itu hanyalah satu dari sekian banyak persepsi dangkal yang merebak di kalangan kita? Menggunakan seragam hitam-putih bagi karyawan baru sama halnya dengan mendiskriminasikan manusia. Dunia barat yang jauh lebih berkembang dengan kita, tidak pernah meributkan hal seragam dan tetek-bengeknya. Justru mereka lebih melihat apakah seseorang produktif atau tidak. Bukan frekuensi dan kesetiaan mereka menggunakan seragam. Alangkah bodohnya masyarakat kita, yang masih berpikir sempit untuk hal-hal seperti itu. Mengaku mentoleransi perbedaan tetapi malah mendiskriminasikan seseorang dalam regulasi penggunaan seragam.
gunakanlah pakaian sebagaimana mestinya, gunakanlah tanggung jawab sebagaimana mestinya. karena :
nilai seorang manusia bukan dilihat dari apa yang ia kenakan, melainkan dari apa yang telah ia perbuat dan lakukan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar